ARACON menerima jasa kontraktor untuk membangun rumah impian anda di Semarang. Salah satu bangunan rumah yang pernah dibangun adalah rumah dari Mr. Kim di Bukit Sari Semarang. Bangunan ini berdiri di atas lahan yang diurug dengan ketinggian urugan ± 3 m. kondisi lahan yang berlerengan membuat view di sisi belakang menjadi lebih panoramic.


Rumah dengan tinggi 2 lantai menggunakan langgam arsitektur minimalis ekologis. Konsep aspek lingkungan yang ditekankan oleh pemilik & arsiteknya pada desain rumah tinggal tersebut. Pemilik lebih menyukai dimana sinar matahari dan sirkulasi udara secara alami bisa masuk dan keluar dengan leluasa. Juga terdapat banyak tanaman ikut menghiasi halaman rumah.
Rumah seluas 478,27 m² ini dibangun di atas lahan 567,25 m². Tata layout bangunannya sebagian besar ditempatkan di tengah lahan agar tidak menempel ke dinding pagar & tidak bersinggungan dengan bangunan tetangga. Penempatan ini dirancang sehingga ada ruang berjarak 1,5 m yang dapat digunakan sebagai akses udara / angin dan cahaya matahari yang difungsikan untuk bukaan jendela. Dengan demikian kenyamanan termal di dalam rumah dapat terkondisi secara alami.




Untuk mendapatkan kenyamanan ruang di rumah yang bertingkat ini, maka ruang-ruang yang fungsinya saling berkaitan seperti ruang makan dengan dapur atau kamar tidur dengan kamar mandi ditempatkan berdekatan. Efisiensi bisa didapat dengan meniadakan ruang yang tidak perlu.
Bagian dalam bangunan terasa lapang dan sejuk karena tata ruangnya tanpa menggunakan sekat permanen. Udara dari luar dapat mengalir ke dalam rumah dengan leluasa ke seluruh ruangan. Orientasi bukaan dibuat sedapat mungkin ke arah utara selatan, agar bisa mendapatkan cahaya alami tanpa membuat rumah terasa panas. Kondisi iklim yang lembab sangat membutuhkan pertukaran udara yang baik.






Ruang keluarga sebagai tempat berkumpul & berinteraksi dengan anak-anak tentu menuntut ruang gerak yang leluasa. Rumah yang dibangun dengan biaya ringan bukan pula berarti minim detail arsitektur. Harus dipastikan bahwa detail tersebut tidak hanya hadir sebagai elemen dekoratif saja, tetapi betul-betul fungsional bahkan menjadi unik. Seperti pada fasad yang diterapkan material batu bata ekspos. Konsep raw material yang diekspos apa adanya dapat mengurangi biaya finishing. Pemilihan material lokal yang natural menjadi kunci penghematan biaya karena material ini mudah didapatkan.






Penghargaan terhadap lingkungan yang sekaligus merupakan upaya mendapatkan rumah yang sejuk, juga dilakukan pada ruang terbuka hijau di depan, samping dan belakang. Pohon buah seperti alpukat, pisang, & mangga ditanam di sisi depan & belakang rumah. Ada tamanan rambat flame of irian yang berbunga merah ditanam dekat teras depan & belakang rumah. Sisi pagar ditanami bunga bougenvile yang merambat menutupi area carport depan.
